Soto Gerabah, Soto Khas Kota Solo

 

Soto Gerabah, Soto Khas Kota Solo
Soto Gerabah, soto khas kota Solo adalah salah satu kuliner kebanggaan dan sangat digemari serta asli Kota Solo, Indonesia. Soto gerabah sangat nikmat dengan citarasa kuliner khas Jawa mulai dari rasa, penyajian dan suasananya. Namun penggemar soto khas Solo ini tidak hanya berasal dari Kota Solo saja, karena memang sudah banyak yang mengenal Soto Gerabah, bahkan terkadang turis manca negara pun kerap berkunjung ke Soto Grabah pak Hari.

Soto gerabah ini adalah salah satu dari aneka kuliner khas kota Solo yang juga menjadi daya tarik para wisatawan domestik ataupun mancanegara. Sebagai salah satu kuliner khas kota Solo, Soto Gerabah bukan saja memberikan kenikmatan dan cita rasa kulinernya saja. Soto Gerabah selain memberikan cita rasa khas, penikmat Soto juga disuguhi alunan merdu musik bernuansa asli Kota Solo serta ornamen indah dipandang mata..Suasana di warung soto itu sangat unik seperti namanya, karena perlengkapan sajian dan seluruh aneka hiasan yang juga dijajakan itu terbuat dari gerbah (kerajinan tanah liat). 
  
Soto Gerabah, Soto Khas Kota SoloWarung soto dengan slogan “Soto Solo yang Sesoenggoehnya” milik Hari Wiryawan (49) ini tidak hanya menyediakan Soto Gerabah khas Solo, tetapi juga memamerkan beberapa kerajinan tradisional yaitu menggunakan peralatan makan yang terbuat dari gerabah. Pengunjung dimanjakan dan dibuai alunan romantis lagu-lagu keroncong dan klenengan ketika sedang menikmati soto gerabah di warung pak Hari. Pada kenyataannya, pengunjung Soto Gerabah pak Hari itu kelihatan betah dan sangat menikmati hidangan serta suasananya, dan tentu layanan ramah penuh senyum pak Hari saat melayani pengunjungnya.

Kapan dibukanya warung Soto Gerabah, Soto khas Solo itu?


Soto Gerabah, Soto Khas Kota SoloPada awalnya, Hari bersama istrinya berencana membuat usaha kuliner dengan cita rasa dan penampilan berbeda. Pak Hari dan istri memilih soto, karena relatif mudah dibuat. Pada tahun 2007 Soto Gerabah pak Hari dan Istri mulai dibuka dan dijajakan di daerah Solo Baru, Sukoharjo hingga tahun 2008. Pak Hari menggunakan kerajinan gerabah sebagai mangkuk dan gelas serta peralatan makan lain karena dirasa memiliki keunikan tersendiri. Warung soto kemudian pindah dari Solo Baru, Sukoharjo pada 2008, ke Jl Prof. Dr. Supomo No57, Pasar Beling, Solo hingga saat ini. 

Kalau kata pak Bondan, cita rasa Soto Gerabah 'mak nyuss' itu disebabkan oleh kelihaian pak Hari dan istri dalam meracik bumbu kaya rempah-rempah. Terlihat dari kuahnya yang agak kental (tidak bening) sangat menarik selera dan rasanya itu benar-benar nendang di lidah. Inilah keunikan atau perbedaan dari soto lainnya di kota Solo, karena pada umumnya soto di kota Solo itu kuahnya bening. Jadi soto Gerabah pak Hari benar-benar soto khas Solo, karena kuahnya tidak bening keruh karena banyak menggunakan rempah-rempah.

Untuk masalah harga, Hari mematok relatif terjangkau yaitu Rp 7.000 per porsi Soto Gerabah. Selain menu soto, ia juga menawarkan nasi pecel dan tumpang, serta aneka penyet (tahu,tempe, risol) dengan harga bervariasi antara Rp 4.000 hingga Rp 9.000. Dari harga yang ia tawarkan itu, Hari mendapat omzet per hari dari seluruh cabang soto gerabah (Yogyakarta dan Tangerang) berkisar anatara Rp 500.000 hingga Rp1.000.000. 

Telah banyak prestasi yang didapat pak Hari dari Soto Gerabahnya, mulai dari piagam hingga piala penghargaan terpajang di lemarinya. Soto Gerabah beberapa kali mewakili Solo dalam festival kuliner di berbagai kota dan kerap mendapatkan penghargaan sebagai stand terbaik. Seperti pengakuan pak Hari, “Kami pernah membuka stand dan mengikuti festival kuliner tak hanya di dalam kota, tetapi juga luar kota seperti di Jakarta dan Semarang. Syukur, di Jakarta kami dapat predikat stand terbaik." Tentunya, prestasi Soto Gerabah tidak terlepas dari dukungan dan peran serta dalam meningkatkan kegiatan UKM antara Blogger Dunukusuman dan pemerintah kota Solo.

Warung yang pernah mendapatkan predikat stand terbaik di Jakarta ini memiliki banyak gerabah, karena pak Hari mengaku memiliki binaan pengrajin gerabah di Bayat, Klaten dan membantu dalam distribusinya. Itulah alasan, kenapa di warung Soto Gerabah pak hari itu menggunakan perlengkapan dan terdapat beraneka ragam kerajinan gerabah.

Begitulah ulasan kuliner Soto Gerabah, Soto Khas Solo. Bagi siapapun yang ke kota Solo, silahkan singgah menikmati citarasa soto gerabah pak Hari. Belum lengkap rasanya datang atau singgah di kota Solo, bila belum menikmati Soto Gerabah pak Hari.  Sampai jumpa di warung "Soto Gerabah" pak hari, soto khas kota Solo. Salam rindu dan persahabatan dari "Soto Gerabah"..(Top Markotop)
Soto Gerabah, Soto Khas Kota Solo 4.5 5 G Gemantik Soto Gerabah, soto khas kota Solo adalah salah satu kuliner kebanggaan dan sangat digemari serta asli Kota Solo, Indonesia Soto Gerabah , soto khas kota Solo  adalah salah satu kuliner kebanggaan dan sangat digemari serta asli Kota Solo, Indonesia. Soto g...


Banner

Flag Counter